Sampai kapan yakinku akan berbuah hasil?
Bahwa menikah adalah ibadah panjang yang akan dilalui dg kekuatan emosiaonal dan spiritual.
Tolong Icha...umurmu sudah memasuki 28 tolong fikirkan dan pertimbangkan untuk menikah...dan mulailah berso'a untuk itu..agar Allah kirimkan jodoh yang sholeh..dan agr Allah bukakan pintu jodoh itu
ya Allah...tolonglah kuatkan hatiku, aku tidak ingin menikah semata2 karena pekerjaannya PNS ato yang lainnya, tapi kirimkan aku sesorang yang aku yakin dia adalah hamba pilihanMU diantara hamba2MU yang taat duhai Robb-ku....
meski diri ini menyadari bahwa akupun hanyalah seorang pendosa...tapi tolong pantaskan hamba Yaa Robb
dan tolonglah...jagakan langkahku agar tidak tergelincir lagi ya Allah...tahan jariku agar tidak mengumbar-umbar kehidupanku lagi, dan didik hatiku agar tidak pernah iri pada rezeki yang Engkau titipkan pada hambaMU yang lainnya
sebenarnya aku capek...selalu didesak2 nikah dan disodor2kan sama si PNS Kehutanan itu
sebenarnya aku capek...masih tarik ulur sama si Humas yang gak jelas komitmennya itu
aku merindukan aku yang dulu, yang tidak terikat kepada siapapun juga, yang tidak pernah tertarik pada siapapun, even aku suka aku pendam sendiri didalam hati bahkan sampe dia menikah dengan wanita lainnya
Sidempuan 03 Juli 2024 pukul 22:30 selesai under pressure ngerjakan project bhabin dan nyarik2 data tesis yang belom kelar-kelar
aku tahu membantah ucapan orangtua itu dosa, tapi aku kadang nggak faham sama isi fikiran dan cara mereka berfikir
hmmm entahlah
mungkin tulisan ini, (jika umurku panang) maybe one day aku bakal balik kesini dan membacanya, tulisan ini bisa jadi sebagai memori yang ingin kuulang sesekali.. :)
dua puluh enam tahun aku hidup bersama mereka, menyaksikan mereka berantam setiap hari, ayah yang selalu berulah (allohummaghfirlahu) dan ibu yang selalu mengeluh dan merepet tiap waktu
tanpa sadar kalian telah memberi doktrin buruk dan pressure sepanjang waktu bagi kami anak2 kalian.
bang ilham yang menikah sebab mnyelamatkan hidupnya sendiri
kk ina yang didesak nikah dan akhirnya dia trima aja yang serius datang walaupun dulunya banyak yg bucin ama dia
dan sekarang aku..yang selalu tiap hari didesak-disindir2-dinasehatin supaya secepatnya menikah
apa yang mama harapkan? aku nikah tanpa menyaring calon imamku? asal trima aja siapa yang datang dan mau?
bahkan untuks eseorang yang masih aku ada perasaan saat ini samanya pun aku nggak yakin sanggup berumah tangga samanya
sakit lho mak...melihat kesan dan gambaran rumahtangga didepan mata sendiri, keluarga hancur2an, tiap hari berantam, tiap detik saling curigaan
tiap waktu bom meledak akan perceraian, perselingkuhan yang berujung pernikahan dibawah tangan diam2, tertekan batin tertekan mental tertekan fisik dibayang2i ancaman kematian dari pasangan sendiri...
lantas, apa yang mamak harapkan? setelah membentuk aku menjadi pribadi yang kuat diluar rapuh didalam, setelah memberikan contoh buruk ttg pasangan yg selama ini kalian pertontonkan, segampang itu mamak nyurh2 aku nikah??
kemana mamak 4 tahun lalu waktu aku bilang aku siap nikah- tapi terhalang sebab kakakku belom nikah dan nggak boleh melangkahi, tapi terhalang sebab calonku yg nggk jelas apa ada
sebenarnya calonnya ada, hanya aku saja yg nggk berani ngambil langkah waktu itu untuk nekat
tapi iya lah...stelah jumpa dengnnya pun aku jd down niat urungkan sebab mungkn chemistry yang aku dambakan belum dapat
dan sekarang hidupku dilematik plus problematik pekara memilih pasangan
sebenarnya aku hanay tinggal jentikkan jari dan menunjuk siapapun yang aku mau
tapi entahlah...aku emrasa jodohku masih tersembunyi di salah satu sudut bumi ini dan tabirnya belum tersingkap
kepadamu aku memohon maaf jika mungkin aku tak se"bersih" dan se"putih" yang kau harap dan bayangkan
tapi wallahi, aku telah dan akan selalu setiap saat berusaha untuk terus mendapatkan ampunan Allah swt.sepanjang nafas masih Allah titipkandi jasadku ini
dan semoga kau juga menjaga dirimu ya..dan senantiasa selalu memperdalam ilmu agama
jika mungkin kau pernah tergelincir, maka bersegeralah memohon ampunan dan lakukan taubatan nasuha...
sebab kita hanyalah hamba dan atas alasan itu aku tak ingin menghakimi siapapun atas apapun
Allah saja maghfirohnya melimpah ruah, maka siapalah aku yang menuntut kesempurnaan disaat aku senidir sadar aku punya "ritsleting permanen" yang kini aku bawa kemana-mana
Tuhan...izinkan aku merasakan kebahagiaan dalam pernikahan yang aku dambakan
semoga jika bukan 2024, in sha Allah 2025 kita menemukan half of dien kita cha :')