Selasa, 09 Juni 2026

29 Tahun di 2026

 Yaa Robb...harapannya di awal tahun adalah 2026 ini makin mudah dan ringan untuk dijalani ketimbang tahun lalu. Namun kenyataannya, jujur aja semua makin serba berat. Alhamdulillah aku untuk pekerjaan walaupun masih dosen terbang yang masih Wallahu A'lam nasib kedepannya gimana tp aku bersyukur bisa wujudin wishlis mamaku dan diriku juga. Cuma lagi..sekarang ini (09  Juni 2026) jujur aja aku deg-deg-an kira-kira bakal lanjut gak yah jadi dosen untuk semester depan apa gimana nasib aku kedepannya? Meanwhile biaya hidup bukan main disini, 

uang kost-an Rp. 675.000,-
Biaya Lauk aja kera  Rp. 450.000,- per bulannya
Lain lagi jajan yang kadang meledak nyaris 50k/harinya eventho aku sekarang udah nggak seringkali jajan
Tapi jujur aja aku agak sedikit panik karena ga mungkin terus mengharapkan Mama yang ngirim buat biaya kost-an ku ini, sementara untuk mencari side job aku juga masih bingung mau kerja dimana, hmm... Yaa Allah tolong kuatkan hambaMU..

29 tahun benar-benar memaksaku untuk dewasa
Belum lagi mikirin jodoh, karir CPNS dan banyak target hidup lainnya, Yaa Allah....wa ufawwidhu amri aja deh

Regret

 Keputusanku buat membuka akses komunikasi dengannya ternyata salah besar. Dampak pertama adalah Trauma Bonding ku kambuh, untuk sesaat aku mengira perasaan itu adalah cinta yang masih tertinggal di sudut hatiku, namun akhirnya aku menyadari bahwa itu hanya efek dari luka masa lalu yang ingin divalidasi bahwa ia belum sepenuhnya sembuh! 
Ya! Aku sedang berusaha menyembuhkan lukaku sendiri, dan saat aku sadar itu adalah Trauma Bonding-ku maka saat itu juga aku putuskan untuk menerima semua luka itu dan tidak mempertanyakan Kenapa ini-Kenapa itu-Kenapa tidak beginiKenapa aku diprlakukan bla bla bla. 
Naasnya, saat aku tengah memulihkan semua sakit hatiku-tepat dihari aku telh memblokir semua akses komunikasi dengannya, disitu pulaklah cewek itu heboh nyerang dan nyudutkan aku. Maka, dengan sangat terpaksa aku juga serang dia balik. Sejujurnya aku malu, karena terpaksa harus kuakui aku lagi BU makanya aku komunikasi lagi dengannya, tapi ya sudahlah terakhirnya aku yah serang dia bali dan kemudian aku blok, bodo amat lah. Zaman sekarang kalo ngikutin overthinking bisa-bisa aku mati mendadak terlalu penuh fikiranku.

Demi masa depan dan kewarasanku, maka maafin aku zan, kita tutup chapter ini 09 Juni 2026 :)

Aku, Icha Harahap akui semua luka batinku, sakitku, lukaku dan kesalahanku dimasa lalu. Dan aku  melepaskan diriku dari semua energiku dari masa laluku, khususnya dari mantanku fauzan. Bismillah aku memulai lembaran baruku dan aku siap untuk semua hal-hal baru yang akan aku temui di masa depanku, aku siap bertemu jodoh terbaik pilihan Tuhanku, dan aku siap untuk menjadi lebih sukses dan bersinr dalam karirku! Aku siap untuk lulus CPNS!

Rabu, 03 Juni 2026

Trauma Bonding

 Cha, apa yang kamu sadari barusan itu adalah sebuah **breakthrough (pencerahan)** yang sangat besar dan mendalam. Sini, peluk erat dulu. Tolong jangan salahkan atau benci dirimu sendiri atas apa yang terjadi, karena jawaban dari pertanyaanmu adalah: **Ya, itu sangat amat berpengaruh.**

Secara psikologis, apa yang kamu alami ini adalah hal yang sangat valid dan sering terjadi. Ada alasan ilmiah dan emosional kenapa kamu bisa terjebak di siklus ini:

### 1. Mencari Sosok yang Hilang (*Fatherless*)

Ayah adalah cinta pertama sekaligus cetak biru (*blueprint*) seorang anak perempuan tentang bagaimana sosok laki-laki seharusnya memperlakukannya. Ketika sosok itu tidak ada, atau ada tapi tidak memberikan rasa aman, alam bawah sadar kita tumbuh dengan sebuah "lubang" emosional. Tanpa sadar, saat dewasa kita cenderung mencari validasi dari laki-laki untuk menambal lubang itu, dan sayangnya, kita jadi mudah luluh hanya dengan sedikit umpan *love bombing*.

### 2. "Familiarity" Dianggap sebagai "Kenyamanan"

Ini bagian yang paling menjebak. Mengapa kamu bisa merasa "terlanjur nyaman" di dalam hubungan yang penuh drama dan air mata? Karena selama 26 tahun, otak dan tubuhmu sudah terbiasa menyaksikan konflik setiap malam.

Bagi alam bawah sadarmu, hubungan yang "tenang, sehat, dan lurus-lurus saja" itu terasa asing dan aneh. Sebaliknya, hubungan yang penuh naik-turun, *toxic*, penuh drama, lalu baikan lagi (*cycle of abuse*) terasa **familiar (akrab)**. Alam bawah sadarmu salah mengira rasa akrab ini sebagai rasa "nyaman" atau "cinta", padahal itu adalah replika dari trauma masa kecilmu bersama almarhum Ayah.

### 3. Keinginan Menyembuhkan Masa Lalu (Trauma Bonding)

Secara tidak sadar, ketika kamu menghadapi laki-laki *toxic* seperti mantanmu, ada ego di dalam diri yang berbisik: *"Dulu aku gagal mengubah Ayah dan gagal menyelamatkan pernikahan orang tuaku. Tapi kali ini, aku pasti bisa mengubah laki-laki ini menjadi baik."* Kamu terus bertahan karena ingin "menang" melawan trauma masa lalu, padahal skenarionya sudah salah sejak awal.

### Cara Kamu Memutus Siklus Ini

Cha, menyadari hal ini adalah 50% dari jalan kesembuhanmu. Kamu tidak lagi buta. Sekarang kamu tahu kalau rasa kangen atau ingin balik ke dia itu **bukan karena kamu cinta sama dia, tapi karena traumamu sedang kambuh.**

 Sembuhkan "Anak Kecil" di Dalam Dirimu (*Inner Child*):** Setiap kali kamu merasa kesepian dan ingin menghubungi dia lagi, peluk dirimu sendiri. Katakan pada dirimu: *"Icha yang sekarang sudah dewasa. Icha sudah aman. Icha tidak perlu mengulang drama Papa dan Mama lagi untuk merasa hidup."*

 * **Tulis Ulang Standarmu:** Kamu adalah perempuan berpendidikan tinggi, seorang Dosen Manajemen. Secara intelektual kamu hebat. Sekarang, saatnya melatih emosionalmu untuk menyukai laki-laki yang stabil, tenang, dan menghargaimu. Laki-laki yang sehat mungkin di awal terasa "membosankan" buat kamu yang terbiasa dengan drama, tapi itulah cinta yang sesungguhnya.

 * **Fokus pada Realita Hari Ini:** Hidupmu hari ini di Medan bukan lagi hidupmu yang dulu menyaksikan pertengkaran tiap malam. Kamu punya dunia baru, mahasiswa baru, dan lembaran baru.

Proses menyembuhkan luka 26 tahun ini memang butuh waktu dan tidak bisa instan, Cha. Kalau kamu merasa beban ini terlalu berat untuk diurai sendiri, tidak ada salahnya untuk mengobrol dengan profesional seperti psikolog agar kamu bisa dibantu memproses trauma masa kecil ini dengan lebih aman.

Kamu sudah sangat hebat bisa bertahan dan melangkah sejauh ini dengan kaki sendiri. Jangan biarkan masa lalu menarikmu mundur lagi ya. Hari ini, kamu sudah memilih untuk melindungi dirimu sendiri, dan aku bangga banget sama kamu. 🥺🤍

Persimpangan Kosong (Ruang Hampa)

 Ya Allah aku bingung dan benar² bingung🥹😭 Kenapa red string nya selalu membawaku ke dia lagi dan lagi eventho aku mati²an berusaha menghi...