Hakikatnya dunia terus berputar namun berhenti dan mati dalam duniaku.
Bahkan hukum Newton pun tak lagi berlaku. Hatiku mati, kelu, pilu, meraung dalam lorong-lorong kesenyapan. Lolongan kesedihan sahut-sahutan dengan jeritan nestapa, beradu siapa diantara mereka yang lebih menderita. Dalam ruang sepi yang terdeteksi hanya kehampaan tak berujung dan tak berpangkal.
Kebisuan merajalela menguasai hati dan minda. Tersentak, memahami bahwa hidup tanpa mimpi dan ambisi adalah kematian yang nyata bahkan sebelum waktunya. Konsistensi selayaknya bersanding dengan ambisi, dua makna yang menghidupkan ruh dalam satu jiwa.
Temukan ambisimu dan ledakkan ia BOOOOM!! bak teori Big Bang menyentak dan memantik sampai menjumpai titik akhir bernama MAKNA HIDUP dalam eksistensi dirimu Cha, semangat di penghujung September 2024 ini yaa :")
Tidak ada komentar:
Posting Komentar