hai, diriku di beberapa tahun mendatang :")
semoga selalu sehat dan dalam hidayah Allah yaa
mungkin udah terlambat untuk menulis ini dari moment-nya ya...
but it's okay :)
karena 3 bulan terakhir emang nggak mudah
berjuang dengan takdir dan melawan rasa takut dari kematian
bukannya apa, hanya saja rasanya dosa2 itu masih lebih banyak daripada pahala yang dikumpulkan
Sibulan-bulan 08 Juli 2024
27 Februari kejadian naas itu tak dapat dielakkan
saat pk hamka menekong di palsabolas, aku udah merasa nggak enak, mulai pusing dan sedikit mual, jadi aku putuskan untuk tidur aja daripada menyusahkan kalo sampe aku muntah dalam perjalanan ke Pasir Pangaraian yang berangkan jam 01 kurang dini hari ini.
dalam lelapku, sekitar pukul 03 melewati sibuhuan, tiba-tiba mobil itu berguncang hebat, aku fikir itulah hari terakhirku hidup di dunia ini, aku udah ikhlas jika detik itu Allah cukupkan rezekiku di dunia ini dan memanggilku pulang, semoga Allah ampuni dosa-dosaku dan ridhoi aku...fikirku demikian
karena aku fikir kami tabrakan dengan truk fuso
namun ternyata mobil itu melewati gungukan tanah sehingga jumping dan menyababkan tubuhku terpelanting ke atas dan terhempas nyungsep kekolong mobil dengan posisi miring bagian kananku menyangga tubuhku-kepalaku berada di lutut bu Utari...aku merasa sakit yang luar biasa, seolah badanku semua lumpuh seketika, dan hanya mataku yang berfungsi normal
aku nggak bisa gerak untuk duduk, sehingga kami menepi di warung pinggir jalan yang luckily dia ada punya lesehan
mereka memapahku keluar dari mobil dan rebahan di lesehan itu tapi aku benar-benar nggak tahan, pinggangku seolah patah rasanya sakit luar biasa, dengan susah payah bu anita dan bu utari menggotongku balik ke mobil dan kami langsung menuju RSU Sibuhuan untuk mendapatkan perawatan
setelah anti nyeri dimasukkan barulah perlahan-lahan tubuhku mulai merasa kembali, namun aku masih belum bisa duduk, sampe-sampe dipasangi pampers sama kk seniorku yang domisili sibuhuan, banyak kawan2 dan senior lainnya yang datng mejenguk karena dikabarin sama bu kaprodi
paginya rombongan putar arah membawaku ke Metta Medika Sidimpuan dan hanya bu anita yang lanjut promosi pasca ke Pasir
di Metta, singkatnya aku mndapat perawatan 3 hari dan langsung divonis "nggak apa-apa" sama dr. Fauzi
sementara perawat yang membaca hasil rontgen ku sudah mendiagnosa awal bahwa tulang punggung belakangku patah-dan membiutuhkan operasi-sebab jika tidak, maka nanti aku bisa saja seperti tobang-tobang yang nggak sadar tau-tau udah pipis di celana
perawatan tradisional juga dilakukan, bahkan sampe 5xRp.100.000 udahan biaya untuk itu, tapi terakhirnya mama inisiatif buat berobat sekali lagi ke inanta buat memastikan kondiisku karena tak kunjung benar-benar pulih sembuh total
namun dari BPJS ada peraturan nggak boleh ganti RS sebelum 3 bulan masa berobat luckily boleh ganti dokter, nah, jadilah kami berobat ke dr. Roni Marzuki yang setelah dibujuk sama mama, beliau mau merontgen ulang dg city scan yang lebih akurat, dan ternyata memang lumbal 4 ku patah, dengan sigap dr. Roni ngasih rujukan buat ke Adam Malik guna mendapatkan penanganan operasi tulang belakang
hancurnya hatiku mendengar kata operasi!
sebab memikirkan pasti hancur x perasaan mamakku...
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar