Tangisku pecah, tengah malam saat asyik curhatby wa dengan Bima, entahlah, padahal siangnya hati masih legowo menerima dan membaca chat wa pak iqbal dari UNHAJ yang menyatakan aku belum lolos melamar Sekprodi itu.
I'm just thingking...."Kalaulah ini memang bukan rezekiku, maka di dunia ini, bagian mana yang menjadi rezekiku sebetulnya? :(" juga pertanyaan yang kerap menghantui "Kapan aku bisa membanggakan Mama kalau jalan meuju kesuksesan itu seterjal ini?"
Entahlah... jawabannya masih misteri...
Pagi ini kak Kiki nelfon, katanya Pak Dekan itu mau kasih aku kesempatan jadi dosen luar di UNHAJ. Mungkin dia berkesan dengan jawaban pas interview kemarin?? Bismillah, semoga aja ya... but lemme see first, we wait for his call/message