Sebenarnya Saya Rindu... Bahkan teramat rindu.. Namun, untuk menghubungi lebih dulu dan ke attach denganmu saya rasa bukan kapasitas saya lagi, Tuan.
Bukan raga yg tak ingin bertutur sapa, Namun sikapmu yg seolah mengisyaratkan "mimpi sampai disini saja" menyentak kesadaranku untuk cukup tahu diri dimana posisiku saat ini :')
Biarlah do'a menjadi bahasa cintaku
Cukupla Al-Fatiha lantunanku memeluk keselamatanmu, nun jauh disana dari pandangan mata...
Aku hanya tak ingin kecewa dan sakit terlalu dalam, atas rasa dan ekspektasiku sendiri, maka kuputuskan menoreh luka atas diriku sendiri, sebelum kau melukaiku lebih dalam karena aku salah menarik kesimpulan.
dan memutar ulang VN darimu adalah pembunuh kerinduanku, sedih memang, tp harus realistis dizaman skrg, yg nikah aja bnyk yg cerai, apalagi cuma HTS an doang wkwkwk hhuuhuhu
BalasHapus